Minggu, 11 April 2010

Sepenggal Pendapat...

Cinta...,, apa itu cinta...??,, sebenernya relatif, tergantung orang yang ngerasainnya,, banyak spekulasi yang beredar...,, kabar burung..., kalo cinta tuh pelangi rasanya...,, bukan berarti artinya mejikuhibiniu..., tapi karena rasanya bermacem",, ada lagu yang liriknya kaya gini "jatuh cinta, berjuta rasanya...",,

Rasanya gak salah kalo cinta tuh didesripsikan kaya gitu...,, terutama buat yang pernah ngerasain...,, kalo cinta tuh mixer bwt ngumpulin segala hal...,, perasaan yang dimiliki seorang manusia...,, mulai dari bahagia, senang, gelisah, rindu, kangen, bete, marah, kesel, sedih, dan saudara-saudaranya yang ampe tujuh turunan gak bisa di sebutin (mungkin),,

Cinta juga bisa dihias (diembel"in) kata-kata lain..., contohnya, cinta sejati, cinta pada pandangan pertama, cinta mati, cinta harta, cinta dunia, ampe monyet pun digabungin (kurang puas..., :D),, dan, salah satu hal yang aneh tapi nyata bin ajaib..., cinta tuh bisa buat seseorang ngerasain apa yang belum pernah dia rasain...,, ngebuat dia ngelakuin apa yang menurut orang lain "gila", tapi buat dia "demi cinta",, ampe rela ngorbanin satu nyawa yang dikasih ma ALLAH (naudzubillah)

Banyak contoh di film, bahkan mungkin di kehidupan nyata (Film juga ngadaptasi kehidupan nyata, :D), kalo sebuah keluarga tuh gak mau kalo anaknya dapet pendamping yang bukan "kelasnya", mereka cenderung nanya?, siapa kamu, anak siapa kamu, punya gedung berapa..??,, bla, bla, bla,,, mungkin sebenernya baik, karena kita gak mau anak kita sengsara khan...??,, tapi terkadang seorang ortu yang "seleranya" tinggi, minta lebih..., hingga menyinggung perasaan yang paling dalam, (sampe yang pasangan anaknya ngomong "kalo bukan calon mertua", :P, dalam hati doang tapi),, ketika kita ngomong, saya punya cinta untuk anak anda... tau hasilnya apa...??,, "makan tuh cinta", si ortu ngomong... padahal...

Ketika suatu kekuatan cinta lagi menggelora, segala hal bisa terjadi, kita tuh berpacu buat ngelakuin suatu hal..., yang bukan buat ngeyakinin ortu pasangan kita za..., tapi juga keluarganya kalo kita mampu...

saya ambil sebuah cerita (dapet dari Blog juga, :D) bahwa seorang cewek minta sesuatu sama cowoknya, yaitu sebuah cincin yang indah dan mewah, tapi sayang, karena si cowok gak mampu, dia cuma mampu untuk ngasih cincin kertas, akhirnya si cewek nikah..., tentu bukan ma cowok itu...,, setelah sekian lama, dia cerai, kemudian dia ketemu lagi sama cowok itu, yang ternyata udah nikah,, dan cowok itu masih hidup sama kayak dulu, dak mewah...,, suatu ketika,, cewek itu baca sebuah artikel yang berjudul "CINCIN KERTAS", dan pengarangnya cowoknya yang dulu,, dan dan cewek itu kaget ngebaca artikel tersebut, sampe dia buka gulungan cincin kertasnya itu, dan jatuhlah cincin yang dulu dia minta,, dan di artikel tersebut tertulis "Demi membeli cincin ini , di masa semua orang serba miskin , terpaksa saya pergi menjual darah , karena waktu ulang tahunnya sangat dekat , jika pergi kerja atau pinjam pun susah dapat uang untuk membelinya",, (ne cerita copas, tapi isnya dalem),,

yaa..., menurut ku sendiri sih, bahwa kita bisa ngelakuin apapun dari cinta, oleh cinta, dan untuk cinta,, jadi, sepenggal pendapat ne cuma buat bahasan belaka, makasih kalo kena di hati dan jadi semangat hidup, buat orang yang hidup karena cinta, orang-orang yang kehilangan cinta, semangat, karena cinta...

Jumat, 09 April 2010

Sesuatu...

Diam...,
Suaraku tak menyatakan kalbu...,
Apa yg dirasa tak sesuai nyata...,
Maya, ilusi, semu...,
Terasa bagai seonggok kerikil...,
Yang bahkan tak pantas jadi hiasan jalan...,

Ku tak tahu...?,
Entah apa yang harus ku bisikan...?,
Untuk buktikan...,
Bahwa aku jenuh...,
Mendengar jerit angin...,
Yang seakan tak ingin aku tertawa...,

Dingin...,
Tak bisa kulihat kabut yang berjalan...,
Menyusuri tulang rusuk...,
Menembus hati...,
Membuat ku duduk di bawah naungan bulan..,
Yang tak ingin ku di rebut bintang...,

Ku syukuri apa yang masih tersisa...,
Meski tak kulihat nyalanya...,
Yang menyulut sinarnya...,
Kubalik semua yang bungkam...,
Dan kutanya pada alam...,
Masihkah ada...,
"Sesuatu..."

Rabu, 31 Maret 2010

Aku yang Terlupa...

Aku disini..., tak dikenal dan tak mengenal..., cukup diam tuk merasa...,
Bahwa aku terasing..., aku tak sadar akan siapa yang ada di depanku...,
Bahkan aku pun tak sadar..., bahwa aku pun lupa siapa diriku...,
Dulu siapa, kini siapa..., entah apa yang terjadi selama tahun-tahun hidupku...,
Aku tahu..., jalanku penuh coretan hitam..., tak dapat dihapus...,
Meski dengan tinta putih..., bahkan tak dapat dirubah ceritanya...,
Hanya untuk sekedar melepas peluh..., atau menyimpan luka...,
Juga kata tak terdengar..., suara tak terucap...,
Tuk sampaikan pesan-pesan tak tersampaikan yang dilupakan...,
Bisikan-bisikan kecil penuh makna yang tak terhembus...,
Lihat...!, bahkan kata dan suara pun melupakanku...,
Jangankan engkau..., angin tak pernah menyapaku lagi...,
Tetes air hujan tak mau membagi kesegarannya...
Gemerisik daun seakan memusuhiku tuk kesekian kalinya...,
Namun kucoba tuk memutarnya..., sehingga aku bukan dilupa...,
Meski hanya dikenang...

Selasa, 30 Maret 2010

Sok + Tahu

Aku…, yang tak pernah tahu…, tapi merasa ingin tahu…, terkadang sok tahu, malah lebih banyak soknya dibanding tahunya…, terkadang sombong lebih besar dari tunduknya…, khilaf dan lupa, apa bedanya…?, tak pernah merasa ingin tahu, tak awas dengan keadaan sekitar…, apatis kalau orang bilang…, tak peduli, cuek, apalah orang bilang…, kadang senang dengan rasa ini, bahagia, puas, sulitlah kalau harus dideskripsikan, kadang menyesal, sedih, bingung, pokoknya sejuta kata yang bisa mewakilkan…, orang sombong yang tak ketulungan…, eksis dan narsis bukan berarti bikin najis…, balik lagi ke masalah sok dan tahu, yang kalo dipisah berarti, disatukan juga berarti…, soalnya ini judulnya…,
Sok, banyak arti…, negatif atau positif sama aja…, sok, orang yang sok, sombong, ngerasa dirinya bener, padahal emang bener, tapi lebih banyak salahnya juga, dan gak keitung…, sok, kalo kata orang sunda hayoh, silahkan, dst…, tahu, temennya tempe, makanan kita…,, kalo kamu gak suka, cukup disebut makanan saya sehari-hari, banyak macemnya dari yang aneh, gak masuk akal, dari tahu kotak, bulet, kuning, putih ampe saya nunggu yang warnanya biru, andai ada…, dari tahu tek-tek, gejrot, berontak, macem-macem padahal asalnya gak guna…, ampas, “buangan” temennya yang lebih “kepake”, n sekarang, saatnya ngebahas yang harusnya dibahas dari awal…,, masalah sok tahu, kalo gabungin kata yang tadi dia atas, mungkin artinya nawarin tahu (sok = silahkan (sunda), tahu = tahu),, tapi kalo dikaji, diteliti, di analisis (pinjem istilah keren) sok tahu itu keinginan yang muncul dari hati yang dalam, tiba-tiba…, ketika temen cerita…, karena gak mau kalah…, seolah-olah kita yang lebih tahu…, seolah-olah kita yang nyiptain hal tersebut, jadi gak boleh ada yang cerita selain kita…
Mau contohnya…??,, nih…, kamu baca aja tulisan di atas…, bisa nilai kan..??

Bicara...

Kuakui aku tak pandai menulis kata...

Yang membuat pembaca merasa berbeda...

Meski kadang ku bisa berbicara...

Dan hal itu diluar logika...

Setiap kata tersusun di kepala...

Bibir ingin mengucap namun tak bisa...

Sembilan jari mengetik kelingking menghapus...

Jangankan berbisik teriak pun tak bisa...

Isyarat-isyarat mengabur...

Berbaur dengan kehampaan...